Riwayat Hidupku, Rahman Batopie

Dengan diiringi oleh alunan melodi dari alat music saxsophone yang dimainkan oleh Kenny G, Saya ingin menuliskan artikel bertemakan tentang diri Saya sendiri. Ya.. Memang sih, sebagian besar artikel dalam blog ini membahas tentang diri Saya secara pribadi, tapi pada artikel ini Saya ingin menuliskan siapa diri Saya yang sebenarnya. Kenapa Saya ingin menceritakannya pada artikel ini untuk kalian? Alasannya adalah pertama, ini adalah bagian dari curahan hati Saya dan Saya rasa curhat adalah cara terbaik Saya untuk menuju ketenangan hati. Sebaik-baiknya curhat adalah curhat kepada ALLAH SWT yang maha mengetahui segala isi hati hamba-hambaNya. Kedua, agar kalian mengenal Saya lebih dekat meskipun kalian bukan Sahabat yang nyata, maksud Saya kita belum pernah bertemu satu sama lain. Akan tetapi berteman dengan kalian jauh lebih baik dari pada punya teman dekat tapi selalu memberikan sugesti yang negatif kepada Saya. Dan yang ketiga dari tujuan Saya menceritakan siapa diri Saya yang sebenarnya pada blog ini adalah agar kelak anak-anak dan istri-istri Saya, eh maksudnya istri Saya bisa mengenal siapa diri Saya dimasa lampau melalui tulisan ini.

Mungkin artikel ini bisa dibilang “Fakta tentang Rahman Batopie” atau “Fact about Me” atau bisa juga “Riwayat Hidup Rahman Batopie” hehe…
Saya berharap setelah kalian mengetahui siapa diri Saya ini, kita bisa mengikat tali persahabatan lebih erat dan siapa tau kita bisa ketemu :-). Baiklah ini dia list Fakta tentang Rahman Batopie:

  • Nama Asli Saya adalah Rahman Tri Antoni, tentunya kedua orang tua Saya membuatkan nama tersebut memiliki arti, yakni nama “Rahman” diambil dari istilah “Ramadhan” karena Saya lahir dibulan puasa pada waktu itu, dan berharap agar Saya memiliki sifat “berbagi” karena Rahman artinya “Maha Pengasih”. “Tri” yang artinya tiga, bukan berarti Saya anak ketiga yaa… Maret adalah bulan kelahiran Saya yang artinya bulan ke-3 dari susunan bulan pada tahun masehi. Untuk nama “Antoni” terdiri dari 3 suku kata, yakni “AN”, “TO”, dan “NI”. “AN” diambil dari potongan nama adik dari Ibu Saya, sedangkan “TO” diambil dari potongan nama adik Ayah Saya, dan “NI” hanyalah tambahan saja agar enak dibaca hehe…
  • Saya adalah anak pertama dari tujuh bersaudara…
    Dari namanya saja sudah jelas kan, kalau Saya adalah seorang laki-laki, gak mungkin kan kalau nama Rahman dimiliki oleh seorang perempuan.
    Kami bertujuh tersebut terdiri dari dua orang laki-laki, tiga orang perempuan dan diakhiri dengan dua orang laki-kali, jadi anak perempuannya diapit oleh dua laki-laki dari atas dan dua laki-laki dari bawah. Kami memiliki jarak usia yang sangat dekat sehingga tumbuh badan kami tidak beda jauh.
  • riwayat-Hidup-Rahman-Batopie

    Saya diusia 6,5 Bulan

    Saya terlahir dari sepasang insan berdarah Minang, yaps… lebih tepatnya lagi kedua orang tua Saya berasal dari kota Pariaman di Sumatera Barat. Namun setelah menikah, Ibu Saya di ajak oleh Ayah untuk pergi merantau ke tanah Jawa tepatnya lagi di DKI Jakarta yakni sebuah tempat yang bernama Grogol di bagian baratnya Jakarta. Dan Saya pun lahir disana dengan membawa rasa gembira yang mampu mengukir senyuman diwajah Ibu dan Ayah Saya pada waktu itu. Sampai-sampai paman Saya yakni abangnya Ibu berangkat dari Sumatera Barat ke Jakarta untuk bertemu dengan keponakannya ini.

  • Karena orang tua Saya selalu berpindah-pindah tempat tinggal, jadi selama Sekolah Dasar saja Saya bersekolah di tiga sekolah yang berbeda-beda. Begitupun dimasa SMP, Saya pindah sekolah di kelas 3, bukan karena orang tua Saya yang pindah tempat tinggal lagi, tapi karena Saya memutuskan untuk tinggal bersama bibi yakni adik dari Ibu Saya disebuah kota terpencil di tanah Kalimantan tepatnya Kalimantan Barat. Kota tersebut bernama Nanga Pinoh. Saya tinggal disana hingga menginjak SMA dan tamat.
  • Kedua Orang tua saya bukanlah mereka yang terlahir sebagai “anak orang kaya”. Sejak mereka kecil, mereka membatu orang tua yakni nenek dan kakek Saya ke sawah dan ke ladang.
    Sebelum menikah dengan Ibu, Ayah saya bekerja sebagai tukang jahit di Jakarta, lalu menikah dengan Ibu dan membawanya ke Jakarta. Karena Ibu juga jago menjahit, maka Ibu dan Ayah bersama-sama membangun usaha menjahit mereka di Jakarta.
  • riwayat-Hidup-Rahman-Batopie02

    Saya bersama karyawan toko lainnya

    Seperti yang telah saya singgung diatas, Saya pernah berdomisili di Kalimantan barat selama kurang dari lima tahun, yaa kurang beberapa bulan lah.. anggap saja sudah genap lima tahun biar gampang ceritanya hehe, dari tahun 2006 hingga tahun 2011.
    Disana Saya berdagang pakaian bersama bibi dan suaminya.. Kenapa? Orang minang memang identik dengan berdagang di tanah rantau, tidak terkecuali Saya sendiri.
    Selama Saya bersekolah disana, Saya membantu bibi seperti membuka toko dipagi hari sebelum berangkat sekolah dan sepulang sekolah Saya berjualan pakaian hingga malam tiba. Begitulah setiap harinya kehidupan Saya disana.

  • Ditahun 2011 Saya dipaksa untuk pulang oleh Ayah Saya dari tanah Kalimantan kembali tanah Sumatera yakni di Provinsi Jambi. Yaa,, Ayah Saya memutuskan untuk pindah dari Jakarta ke Jambi pada tahun 1999 karena pada tahun 1997 di Jakarta sedang marak-maraknya krisis moneter sampai tahun berapa yaa… hmm.. Bahkan sampai sekarang aja Indonesia masih krisis tuh..
    Jadi ditahun 2011 Saya dipaksa untuk kembali ke Jambi. Awalnya Saya menolak, karena Saya berfikir pada waktu itu penghasilan seorang tukang jahit sangatlah sedikit, sedangkan disana Ayah dan Ibu membiayai kehidupan adik-adik Saya yang berjumlah enam orang. Otomatis kalau Saya kembali ke Jambi, akan menambah biaya kehidupan sehari-hari.
    Namun karena Ayah Saya sangat memaksa Saya agar pindah ke Jambi, membuat Saya berfikir bahwa Ayah sudah siap untuk menanggung biaya kehidupan Saya apabila kembali kesana. Maka dengan berat hati bibi Saya melepaskan kepergian Saya untuk kembali ke tanah Sumatera. Dengan menggunakan transfortasi udara, Saya seorang diri memberanikan untuk berangkat pulang menuju tanah Sumatera.
  • riwayat-Hidup-Rahman-Batopie03

    Bekerja di PT. Telkom

    Pada akhir tahun 2011 Saya pernah bekerja di PT. Telkom selama 4 hari saja haha… Saya gak sanggup karena bekerjanya dibagian lapangan.. Itu lho, yang tugasnya memanjat tiang telephone untuk memperbaiki bila ada ganggunan ataupun ada pemasangan telephone baru. Dengan tanpa treaning Saya bekerja disana, salah salah bisa berabe urusannya.. Bukannya memperbaiki, malah membuat kerusakan semakin parah. Maka dihari ke-5 bekerja, Saya resign tanpa pesangon.. haha ya iya lah.. dapat pengalaman aja udah syukur.

  • Saya juga pernah merasakan indahnya masa-masa kuliah.. Saya kuliah di Universitas Swasta di kota Jambi. Namun sayangnya Saya putuskan untuk tidak melanjutkan kuliah setelah mengajukan cuti beberapa semester. Saya berhenti kuliah setelah menyelesaikan ujian di semerter empat, padahal disemester empat itu IPK Saya paling tinggi dibandingkan dengan semester sebelumnya yang pernah Saya raih.
  • Ditahun awal tahun 2014 Saya pernah berkerja di sebuah kota kecil di provinsi Sumatera Selatan yang bernama Babat Toman. Saya bekerja bersama paman yakni abang dari Ibu, kerjanya adalah “Masak Minyak, begitulah penduduk setempat menamai pekerjaan tersebut. Konsep kerjanya adalah Merubah minyak bumi menjadi Bahan Bakar Minyak yakni Bensin, Minyak Tanah dan Solar. Saya bekerja lebih kurang selama satu tahun, dengan penghasilan yang tergolong besar dan dengan resiko yang besar pula. Salah salah bisa nyawa sebagai tahuhannya..
    Ditahun yang sama, Saya juga pernah bekerja sebagai kuli bangunan selama lebih kurang tiga bulan.
  • Selain sebagai anak sulung, Saya juga termasuk cucu tertua dari sekian banyak cucu nenek Saya.
    Ilustrasinya begini, Nenek Saya di pihak Ibu, punya anak sebanyak 10 orang yang terdiri dari 6 laki-laki dan 4 perempuan termasuk Ibu Saya. Mereka semua sudah berkeluarga dan masing-masing Alhamdulillah sudah punya anak. Nah… jika ditotalkan jumlah anak-anak mereka semua hasilnya mencapai 48 orang, eits gak sampai disitu, beberapa bulan lagi paman Saya istrinya mau lahiran lagi anak ke-3 mereka. Banyak kaan…?
    Dari sekian banyak saudara sepupu Saya, Saya adalah cucu tertua ke-3. Bisa dibayangkan banyaknya adik-adik Saya baik itu adik kandung maupun adik sepupu. Hal ini sempat membuat Saya galau. Kenapa? Menjadi anak tertua memang banyak tuntutannya…
  • Fakta selanjutnya tentang diri Saya adalah, pada usia 18 tahun, Saya resmi menjadi anak yatim.
    Gak gak gak… kalian gak salah baca kok… Pertengahan tahun 2011 tepatnya bulan Juni, Ayah Saya tercinta dipanggil Yang Maha Kuasa. Beliau meninggal dalam keadaan tenang, bahkan sangat tenang. Sangking tenangnya gak ada satupun diantara kami yang tau akan hal itu.
    Saya gak tau percis apa penyakit yang Ayah derita, karena Saya baru ketemu Ayah kira-kira dua minggu setelah pulang dari tanah Kalimantan.
    Bayangin deh… Saya pisah dengan Ayah selama lima tahun, setalah pulang, Allah memberikan Saya sedikit waktu untuk bertemu dengan Ayah. Itu artinya apa? Ayah tau dia akan pergi, lalu memanggil Saya untuk menggantikan posisinya dalam mendidik adik-adik dan menjadi tulang punggung keluarga, diusia 18 tahun. Mau marah, gak tau marah kepada siapa.. Mau sedih, tapi Saya bingung, pertemuan Saya dengan Ayah seharusnya membuat Saya senang.. Kecewa, iya Saya kecewa, sangat kecewa.. Sempat berfikir bahwa kematian Ayah disebabkan karena kembalinya Saya dalam keluarga ini.. Tapi, dalam menanggapi hal ini, Saya kembalikan semuanya kepada Allah. Allah lah yang meletakkan Saya di posisi ini, semua gak akan pernah terjadi tanpa izin dari-Nya.
  • Fakta terakhir tentang diri Saya adalah sekarang Saya berdomisili di Kota Jambi – Sumatera. Tinggal dirumah kontrakan bersama Ibu dan ke enam adik tercinta Saya. Untuk membantu biaya sekolah adik-adik, Saya bekerja sebagai karyawan. Memang penghasilannya gak terlalu banyak, tapi cukuplah untuk membantu Ibu. Semoga Allah telah mempersiapkan sebuah peluang usaha untuk Saya di masa depan. Aamiin…

Sampai pada Saat ini hanya inilah yang bisa Saya tuliskan, mungkin untuk penjabarannya tentang apa-apa saja yang telah Saya lalui akan Saya tulis pada artikel berikutnya :-).
Siapapun kita sekarang adalah hasil dari apa yang telah kita lalui dimasa lampau, jika ingin menjadi pribadi yang lebih baik lagi dari sekarang, maka lakukan yang terbaik yang bisa kita lakukan, maka kita lihat hasilnya dimasa depan. Semoga Allah selalu memberikan rezki berupa kesehatan kepada kita semua sehingga kita bisa menjalani aktivitas sehari-hari dengan kondisi yang fit agar apa yang telah kita rencanakan bisa terkabul.

Happy blogging

Iklan