Ternyata Pacaran Diperbolehkan dalam Islam

pacaran-diperbolehkanTidak tidak tidak. . . kalian tidak salah baca kok, ternyata Islam membolehkan kita pacaran. Ini bukan omong kosong belaka dan juga bukan berita Hoax saja. Awalnya Saya tidak setuju dengan suatu hubungan yang dinamakan sebagai istilah “Pacaran”. Hal tersebut telah Saya sampaikan pada artikel Saya sebelumnya dengan tema “Alasan Saya Tidak Pacaran”. Kenapa kita dilarang pacaran? Jelas, karena banyak unsur negatifnya dari pada positif. Tetapi mengapa banyak diantara kita yang masih menjalani hubungan “Pacaran”ini? Bahkan sebagian besar masyarakat yang beragama Islam melakukannya. Apakah pendidikan agama sudah mulai memudar? Atau karena Pacaran ini memang berpengaruh besar bagi kita?

Karena banyaknya masyarakat yang melakukan hubungan Pacaran ini, Saya sebagai pihak yang menolak kegiatan “Pacaran” tertarik untuk melakukan sebuah penelitian terkait dengan kegiatan terlarang ini.
Saya mencoba mencari informasi yang bisa Saya temukan guna untuk memecahkan kasus ini. Ada sebuah topik yang membuat Saya tergelitik untuk membahasnya, yakni ada istilah “Pacaran Islami”. Saya baru tau kalo ada pacaran yang berbasis syariah. Ternyata ada banyak cara yang dilakukan oleh oknum-oknum tertentu yang membuat seolah-olah pacaran itu dibolehkan dalam Islam.
Dari sekian banyak sumber yang Saya temukan, belum ada satupun yang bisa membuat Saya membenarkan bahwa pacaran itu dibolehkan dalam Islam. Namun Saya tidak menyerah.

Hingga pada suatu hari, Saya pergi bertapa/bersemedi dalam goa di puncak gunung Gede *hehe kayak Wiro Sableng aja. Hanya untuk mencari jawaban atas kasus ini. Disana Saya berusaha kembali mengenal diri Saya sendiri dan mengenal Allah. Karena, guru Saya pernah berpesan, bahwa

Bila tersesat ditengah jalan, kembalilah ke pangkal Jalan

Artinya jika kita disudutkan pada suatu peristiwa/keadaan yang membuat kita lupa kemana sesungguhnya tujuan hidup kita, maka jangan diteruskan, kembalilah ke tempat asal kita berada.
Disini Saya berusaha untuk kembali ke asal, dimana Saya bisa berfokus pada “Dari mana Saya berasal dan kemana arah tujuan Saya”. Itu Saya lakukan hanya untuk mencari jawaban atas kasus yang sedang Saya teliti ini.

Hingga pada akhirnya, terjawablah sudah. Kasus ini Saya nyatakan selesai.
Saya telah menemukan jawabannya, ternyata didalam Islam, Pacaran itu diperbolehkan.
Awalnya Saya menolak akan hal ini, tetapi memang tidak bisa disangkal lagi, bahwasanya Pacaran itu dibolehkan dalam islam. Tunggu dulu, jangan berhenti sampai disini. Hasil persemedian Saya memang menyatakan bahwa Pacaran itu diperbolahkan, hanya saja dengan satu syarat. Apabila syarat ini tidak dipenuhi, maka Pacaran tetaplah Tidak Boleh. Apa itu syaratnya?
Dalam Islam Pacaran diperbolekan dengan Syarat:

 

Dilakukan Setelah Ijab Qabul

 

Itulah Syarat yang harus dipenuhi, jika sudah, kita dibebaskan untuk berpacaran.
Ijab Qabul hanya berlangsung 5 menit bahkan kurang dari itu. Suatu upacara yang Sakral dan wajib dilakukan. Hanya dengan ijab qabul, maka berubahlah semua peraturan yang selama ini berlaku untuk kita. Yang tadinya dilarang, sekarang diperintahkan. Yang tadinya malu-malu, sekarang diperbolehkan. Dan masih banyak lagi hal-hal yang berubah setelah kita melakukan proses ijab qabul dibandingkan dengan sebelum melakukannya.

Inilah hasil dari penelitian yang Saya lakukan belakangan ini. Semoga bermanfaat untuk kalian semua dan apabila ada hal-hal yang sekiranya mengganjal dipikiran kalian, Saya siap untuk menerima masukan-masukan yang bersifat membangun :-).

Happy Blogging

Iklan