Kisah Suami yang Shaleh dan Istri yang Selingkuh

Dikisahkan ada sepasang Suami Istri yang hidup dan tinggal disabuah rumah sederhana. Layaknya pasangan pada umumnya, Suami  bekerja dan menjadi tulang punggung keluarga, sadangkan Istri mengurus rumah layaknya Ibu rumah tangga. Suami bekerja dari pagi hingga sore hari, dan Istri berkewajiban untuk mempersiapkan kebutuhan apa saja yang diperlukan oleh sang Suami.

Suatu ketika, Sang Suami merasa gelisah saat bekerja, dan ia meminta izin untuk bisa pulang lebih awal daripada biasanya. Siang itu Sang Suami pulang dengan perasaan gelisah yang tidak tau apa penyebab kegelisahan tersbut. Sesampainya didepan pintu rumah, ia terkejut, bahwa ia temui ada alas kaki (sandal/sepatu) seorang pria. Lalu sang Suami memaskikan bahwa alas kaki tersebut bukan miliknya. Dengan berusaha untuk tenang ia mengetuk pintu rumah, lalu sang Istri membukakan pintu rumah dengan raut wajah dan bahasa tubuh yang menandakan bahwa ia sedang terburu-buru. Lalu sang Suami bertanya:

Suami : “Apakah kita sedang kedatangan seorang tamu?”
Istri : “Ti..tidak, tidak ada tamu yang datang kerumah.”

Sang Suami semakin curiga, lalu iya melangkah dengan langkah yang panjang dan cepat. Ia yakin Istrinya sedang menyembunyikan sesuatu darinya. Dengan perasaan yang gelisah, sang Istri melihat tingkah Suaminya dan berharap ia tidak menemukan apapun. Setelah melakukan pencarian beberapa saat, akhirnya ditemukanlah seorang tamu yang ia curigai. Ia bersembunyi didalam lemari pakaian yang terletak didalam kamarnya. Dengan tenang sang Suami menyuruhnya keluar dan memngajaknya untuk duduk diruang tamu, lalu berkata:

Suami : “Allah memerintahkan Saya untuk memuliakan tamu . Anda masuk kedalam rumah Saya, berarti Anda adalah tamu Saya.”
Orang asing : (Hanya terdiam)
Suami : “Wahai istriku, tolong siapkan minuman untuk tamu kita.”

Sang Istri menjadi bingung, kemudian membuatkan minuman lalu memberikannya kepada pria asing tersebut.

Suami : “Ayo silahkan diminum.”

Bagaimana mungkin tamu asing itu bisa tenang ketika diperlakukan demikian. Tangannya bergetar saat memegang gelas minuman tersbut. Sejanak suasana rumah menjadi hening tanpa suara, hingga pada akhirnya sang Suamipun angkat bicara.

Suami : “Apa yang Anda dapatkan setelah bertamu kerumah Saya dan berduaan dengan Istri Saya?”
“kesenangan yang sesaat, atau kekhawatiran yang akan terus menghantui Anda?”

Pria asing tersebut tak bisa berkata apa-apa.

Suami : “Baiklah, urusan Anda dengan Saya adalah di akhirat, sekarang pergilah.”

Pria asingpun pergi dengan rasa yang bersalah. Maka tinggallah sang Suami bersama Istrinya dirumah tersebut. Sang Suamipun memanggil Istrinya setelah beberapa saat kepergian pria asing tersebut.

Suami : “Hai Istriku, kemarilah, duduk dihadapanku.”
Suami : “Bukankah kau tau, bahwa Istri tidak boleh menerima tamu tanpa seizin Suami?”
“Sekarang bergegaslah, bawa semua pakaianmu, dan sekarang juga Saya akan kembalikan kamu kepada orang tuamu.”


Semoga kisah yang Saya caritakan dengan singkat ini memberikan hikmah kepada kita semua termasuk Saya sendiri. Semoga Bermanfaat..

Happy blogging