Pernahkah Kalian Merasakan Hidup Ini Begitu Hampa?

Hal tersebut begitu sering terjadi dalam hidupku, kapanpun dan dimanapun, baik saat bekerja maupun sedang istirahat, dan diberbagai kesempatan lainnya. Itu adalah rasa galau yang teramat mendalam bagi ku, dan sempat dibeberapa waktu rasa galau tersebut membuat ku ingin menanggalkan kepala ini dan melemparkannya menjauh dari kenyataan yang sedang ku alami.

Berbagai usaha yang pernah ku jalani, baik itu yang hanya duduk seharian dibalik layar komputer, hingga usaha yang pernah mencoba untuk membunuh ku. Semua itu ku lakukan hanya untuk menjadikan diriku ini terlatih dan melatih untuk kenyataan yang lebih pahit lagi. Mereka tidak tau apa yang sebenarnya telah ku lakukan untuknya. Yang mereka tau hanyalah bahwa aku adalah si anak sulung yang sudah seharusnya melakukan hal yang membuat mereka bisa menggantungkan sepenuhnya kepada apa yang Aku hasilkan. Ketika Aku sakit, mereka tidak sepenuhnya memperhatikan kondisi ku saat itu. Mungkin karena Aku tidak memperlihatkannya kepada mereka. Bagiku itu tidak masalah, karena dengan begitu Aku bisa mengatasi masalah ku sendiri, dan bahkan Aku pernah melalui hal yang lebih parah dari pada itu. Jadi ku rasa Aku telah terlatih dalam beberapa kondisi yang tidak menyenangkan.

Itu semua ku lalui semenjak kepergian Ayah.  Dia pergi dengan sejuta teka teki untuk ku, dan dengan tenang Aku berusaha untuk memecahkannya. Alhasil jadilah diriku yang sekarang ini, berusaha tegar dan terus mencoba menjadi yang terbaik untuk mereka yang ia tinggalkan. Apapun hasil dari setiap usaha ku, ku berikan kepada mereka, tanpa mereka ketahui luka sayatan yang tergambar di telapak tangan ini. Aku tidak memberitahukannya, karena ku rasa itu hanya untuk membuat ku merasa lemah dihadapan mereka. Biarlah luka ini hilang dengan melihat senyum dan tawa mereka.

Kamu.. iya Kamu…
Yang sedang membaca tulisan ini, mungkin di usia seperti ku sekarang ini, kalian bisa menabung dari apa yang kalian hasilkan di pekerjaan. Kalian bisa membeli apapun yang kalian inginkan dari hasil tersebut dan tersenyum lebar dengan sejuta harapan yang indah di masa depan. Tapi tidak bagiku, berapapun hasil yang Aku peroleh, tidak akan cukup untuk mereka. Apakah mereka memikirkan apa yang Aku rasakan? Sejauh ini ku rasa tidak. Sekali lagi, mungkin karena Aku sendiri yang tidak menceitakannya kepada mereka, karena Aku tidak ingin mereka merasa Aku terbebani oleh tanggung jawab ini.

Mungkin sekarang kalian merasa Aku sok pahlawan bagi mereka. Tidak, tapi memang Aku pahlawan yang siap berjuang dan berkorban untuk mereka. Aku yang memutuskan untuk mengambil tanggung jawab ini, karena memang siap tidak siap Akulah pewaris utamanya.

Aku yakin, kalian mulai merasakan kegalauan yang tengah ku rasakan saat ini. Kehampaan ini membuat ku untuk mencoba lebih tegar lagi atau memaksa ku untuk mundur. Yaa.. mundur dari semua tanggung jawab ini, tapi Aku tidak bisa. Aku terlahir dari sperma terkuat yang membuat pesaing ku tidak mampu untuk menandinginya dan akhirnya mati. Hahaha… Hanya filosofi itulah yang membuat ku tetap tegar dan berharap Aku bisa menemukan titik terang dari kehampaan ini. Percayalah, tersenyum adalah cara ku untuk merasa lebih baik. Tidak percara? Coba sekarang kalian tersenyum, iya.. tersenyum, walaupun itu tanpa sebab. Tarik nafas dan tersenyumlah, maka kalian merasa lebih baik dari sebelumnya.
Apa? Tidak bekerja? Ada yang salah dengan dirimu kawan hehe…

Aku tidak tau apakah tulisan ini bermanfaat untuk kalian atau tidak, Aku hanya berharap kalian bisa terinspirasi dari apa yang Aku alami dan yang Aku tuliskan. Galau memang rasa yang harus kalian alami, karena dengan galau kita bisa menghargai betapa indahnya saat kita bahagia.

Happy Blogging

Iklan