Ayah dan Mobil Barunya

Pada suatu hari seorang seorang Ayah membawa pulang mobil baru dan mewah kebanggaannya. Mobil itu telah diimpi-impikannya selama bertahun-tahun bahkan sebelum ia menikah dengan istrinya sekarang. Setelah memarkirkan kendarannya tersebut dihalaman rumah, kemudian ia meninggalkannya sejenak untuk melakukan kegiatan lain.Melihat adanya mobil baru dihalaman rumah, anak lelaki dari Sang Ayah tersebut yang masih berusia 3 tahun sangat gembira melihatnya. Sangking girangnya ia mengekspresikan kegembiraannya itu dengan memukul-mukulkan mobil baru milik Ayahnya dengan Palu. Apa yang terjadi? Sebagian body dari mobil baru tersebut penyok dan catnya tergores akibat pikulan dari anak kecil tersebut.

Melihat kejadian yang menimpa mobil barunya, Sang Ayah kemudian berlari menghampiri anaknya dan memukul serta menampar anak kecilnya tersebut. Dia sangat marah, sangat teramat marah. Mobil baru yang idam-idamkannya selama ini penyok ditangan anaknya sendiri. Lalu Sang Ayah memukul-mukul kedua tangan anaknya hingga memerah sebagai hukumannya. Tidak sampai disitu, Sang Ayah mengambil palu dari tangan anaknya, lalu memukulkan palu tersebut ke 10 jari anaknya hingga berdarah dan hancur.

Setelah meluapkan amarahnya, Sang Ayah berusaha menenangkan diri. Tertunduk letih akibat luapan amarahnya. Melihat anaknya terbaring tak berdaya dengan lumuran darah, Sang Ayah tersadar dan segera membawa anaknya tersebut ke rumah sakit.
Dokter telah berusaha semaksimal mungkin untuk mengembalikan kondisi jari-jari dari anak malang tersebut. Alhasil Para dokter tidak bisa mengatasinya, dan satu-satunya cara untuk menangani masalah tersebut adalah dengan mengamputasi kedua tangan anak tersebut hingga pergelangan tangannya.

Setelah anak itu sadar, ia bingung, mengapa tangannya diperban. Melihat Ayahnya berada disampingnya, Sii anak kecil ini berkata kepada Ayahnya. “Yah, dede minta maaf karena telah merusak mobil baru Ayah, dede sayang sama Ayah . . .”. Ayahnya tertunduk tak bisa berkata apa-apa . . . Kemudian si anak kecil ini bertanya, “Tapi Yah, kapan jari-jariku ini akan tumbuh kembali?”

Sang Ayah segera pulang kerumahnya dan mengakhiri hidupnya dengan gantung diri…

Apa yang bisa diambil pelajaran dari kisah diatas?

Semoga kita tergolong kedalam orang-orang yang selalu diberikan perlindungan oleh Allah SWT . . . Aamiin…

Happy Blogging . . .

Iklan