Indomie is My Life

Wooow . . .ย ๐Ÿ˜ฒย Indomie udah memasuki usia ke 45 tahun . . .ย ๐Ÿ‘๐Ÿ‘๐Ÿ‘

Indomie adalah makanan favorit Saya sejak kecil dulu…
Kami sangat akrab dengan yang namanya indomie, iya kami sekeluarga…
Dulu ada rutinitas mingguan kami sekeluarga, yakni setiap hari minggu Ayah beli sekantong besar Mie Indomie rasa kaldu ayam dan tak lupa saos 2 botol . . . hmm . . . ini terus berjalan tiap minggunya . . .

Karena hari biasa, kami para anak-anaknya berangkat sekolah semua.. tinggal-lah Ayah dan Ibu saja dirumah…
Jadi karena hari Minggu itu libur sekolah, jadi Ayah beli Indomie buat disantap bersama-sama sambil nonton film Doraemon, Shincan dan kawan-kawan . . .

Tapi selah kami beranjak dewasa, dan Ayah-pun sudah gak ada lagi.. Jadi kebiasan itu mulai ditinggalkan.. Sesekali Saya sengaja beli Mie Indomie untuk kami santap bersama.. tapi udah gak sering seperti dulu… Karena udah kerja jadi jarang kumpul diwaktu yang bersamaan…

Saya mengkonsumsi Indomie dari harganya Rp. 500,- per bungkus hingga sekarang harganya mencapai Rp. 2.500,- per bungkusnya . . .
Dan sekarang Indomie sudah memasuki usia ke 45 tahun… wah selamat ya Indomie.. Bisa bertahan hingga saat ini, ini membuktikan bahwa Indomie memiliki management yang hebat… kenapa? Karena sudah melewati beberapa krisis yang mengguncang perekonomian Indonesia dan Dunia.. Ada banyak perusahaan yang bangkrut pada masa itu.. Tapi Indomie masih bisa bertahan . . .

Banyak sih yang bilang “Mie instan itu gak sehat”, “Mie instan itu bumbunya tajam”, “Mie instan itu gak mengenyangkan” dan lain sebagainya… Ya Saya jawab aja “Saya makan Indomie-nya pake nasi kok” . . .
Sebenarnya sih ada benarnya juga . . . tapi Saya gak terlalu mengindahkannya . . .
Pernah waktu Saya kerja didaerah pedalamannya Palembang, selama 3 bulan berturut-turut makan Saya hanya nasi dan ditemani Indomie . . . Apalagi kalau istri Saya lagi malas masak lauk, meskipun sesekali Saya beli lauk diwarung.. tapi tetap Saja tiap minggu beli Mie instan satu dus.. Karena satu bungkus masih kurang, sekali makan aja bisa menghabiskan 2 bungkus Mie . . . And I’m Still a Life ๐Ÿ˜Ž

Diusianya yang udah mencapai tahun ke 45, Indomie membuat tampilan baru pada produk-nya . . . Sebenarnya bukan tampilan baru, tapi design lama yang digunakan kembali, guna mengenang awal mula Indomie berdiri… Tapi sepertinya program ini terbatas.. Setelah mie dengan design lama terjual habis, mereka kembali menggunakan design terbarunya . . .

Dari sekian banyak rasa yang disediakan oleh Indomie, Kari Ayam-lah yang menjadi favorit Saya . . . Bukan berarti Saya gak mencoba rasa lainnya.. cuma hari Saya udah setia sama Kari Ayam… BeTeWe.. inilah pemanpakan dari program Indomie dalam merayakan ulang tahunnya yang ke 45 . . .

Indomie menyediakan tas dengan 2 cover yang berbeda

Dalam tas tersebut terdapat 3 jenis rasa yakni Kaldu Ayam 2 bungkus, Kari Ayam 1 bungkus dan Mie Goreng 2 bungkus

 

Tas ini memang menggunakan resleting, tapi tetap disegel ๐Ÿ™‚

Hi Son, Come to Papa ๐Ÿ˜€

 

Inilah dia penampakan design tempo doeloe yang diterapkan Indomie untuk merayakan ulang tahunnya . . .

Oke, sekian dulu artikel tentang Unboxing Mie Indomie dengan tema “Tempo Doeloe” . . . Tetap jaya untuk Indomie ๐Ÿ™‚
Jika Pempek adalah khas Palembang, Rendang adalah khas Padang, maka Indomie adalah khas anak Kost dan anak Rantau ๐Ÿ˜€

Happy Blogging . . .