Kisah Pemuda Malang dan Kebun Apel 🍎

Ditemani alunan musik yang dimainkan oleh Kenny G 🎶, Saya ingin menuliskan sebuah cerita yang diangkat dari kisah nyata, tentang seorang pemuda malang…😅 eh Maksud Saya pemuda yang bernasib malang, bukan pemuda dari kota malang hehe… 😅😅

Ditepi sungai yang tenang #Aseek . . . 😆
Tampaklah seorang pemuda bernama Rahman.. 🤔 #Eh tunggu dulu.. Nama harus disamarkan hihi.. Oke kita ulang.. 😅
Seorang pemuda, sebut saja bunga #eh kan pemuda hehe.. Oke ulang lagi.. 🤣🤣🤣
Ada seorang muda bernama Anton, yang diambil dari nama tengah Saya.. #eh sama aja dong 😂.. Duuuh.. nih cerita kapan mulainya sih 😓

Oke . . .

Seorang pemuda bernama Anton sedang duduk ditepi sungai seperti yang biasa ia lakukan setiap hari 😊. Tersadar hari semakin siang, ia pun beranjak untuk meninggalkan tepian sungai itu. Namun perhatiannya tertuju pada sebuah apel yang mengapung terbawa arus air..🍎 Awalnya anton tidak menghiraukannya.. karena menurut ilmu agama yang pernah ia pelajari bahwa barang temuan itu hukumnya lebih kepada haram 😊, oleh karena itu ia sama sekali tidak menghiraukannya..
Tapi entah mengapa apel itu seolah-olah memanggilnya.. “Antoon.. kemarilah, lihatlah betapa segarnya diriku ini..” #eh tunggu dulu, kok seperti kisah Nabi Adam ya 😅

Berkali-kali Anton merasakan apel itu seolah-olah menariknya untuk kembali ketepian sungai dan mengambil apel tersebut.
Apa boleh buat, agar cerita ini berlanjut,😅 Anton pun kembali ke tepian sungai dan mengambil buah apel tersebut dan membawanya pulang.
Setibanya dirumah, sebelum memakannya, tak lupa Anton membilas apel tersebut menggunakan mama lemon, kenapa? Karena hanya mama lemon yang bisa membersihkan buah dan sayuran. 🤣🤣🤣

Oke Lanjut…

Setelah memakan buah apel yang segar dan manis itu, Anton pun merasa berdosa 😢 #tu kan udah dibilangin, bandel sih..
Ia merasa bahwa tidak sepenuhnya apel itu halal untuk dimakan.. Hal tersebut membuatnya gelisah.. Makan tak nyenyak, tidur tak enak.. 🤣 Perasaan galau itu membuatnya ingin mencari tau dari mana apel itu berasal.. 🧐

Keesokan harinya, Anton kembali ke tepian sungai tempat ia bersantai dan menemukan buah apel tersebut..
Setahu ia, tidak ada perkebunan apel disekitar sungai.. kecuali ia menelusuri ke hulu sungai.. 😨
Agar hatinya tidak gelisah lagi, dan juga Anton seorang pengangguran 😂, akhirnya Anton putuskan untuk menelusuri sungai tersebut dengan menggunakan Speed boat 🚤.. #pake sampan udah gak jaman 😅

Singkat cerita, akhirnya Anton menemukan perkebunan apel setelah menempuh perjalanan selama 8 Jam. Sebenarnya pake pesawat sih bisa ✈, langsung ke tujuan, gak pake transit jakarta, tapi mehong 🤣..
Awalnya ia tak menyangka, apel yang segar dan manis itu berasal dari kebun yang gersang dan kering.
Namun sebelum menemui pemilik kebun apel tersebut, Anton singgah ke Alfamart sebentar untuk beli indomie kari ayam..😂 hehe 8 Jam diperjalanan membuatnya lapar, dan hanya indomie yang bisa menyelamatnya seorang pengangguran seperti Anton hihihi😂😂😂

Singkat cerita, setelah menemui si pemilik kebun yang ternyata seorang janda bernama Riani dan tinggal bersama saudara almarhum suaminya. Sang pemilik kebun apel pun akhirnya merelakan apel yang dimakan oleh Anton 😊.. namun dengan syarat dan ketentuan berlaku 😨😨😨
Syaratnya adalah, Anton harus merawat dan menjaga kebun apel tersebut hingga menjadi kebun yang rindang dan berbuah lebat.. 😱
Karena untuk mendapatkan label halal dari apel yang pernah ia makan, Anton pun menyanggupinya, dan atas Izin Allah, ia akan merawat dan menjaga kebun apel ini. 🤲🤲🤲
Ibu Riani pun berkata bahwa jika Anton berhasil menrawat kebun ini, maka kebun ini akan diberikan kepada Anton 😁.. Anton pun tersenyum lebar…

Setelah berbulan-bulan lamanya Anton merawat kebun apel tersebut, akhirnya ada tanda-tanda kehidupan.. 🌳🌳🌳
Pohon-pohon apel tersebut akhirnya memberikan sinyal bahwa ia akan tumbuh.. 😇 Alhmdulillah Anton pun semakin semangat.
Setiap hari ia video call merawat kebun apel tersebut hingga pada akhirnya tak sebatang ranting pun tidak ditumbuhi daun. 🍃🍃🍃 Bahkan baginya, kebun apel ini sangat akrab dengan diri dan kepribadian Anton. 😊
Ibu Riani dan iparnya bahagia melihat kebun apel miliknya kembali rimbun dan berbuah lebat.. sesekali mereka berjalan ditengah perkebunan dan memetik dan mengumpulkannya kedalam sebuah keranjang besar, lalu membawanya pulang. 🍎🍎🍎

Betapa manisnya buah apel yang mereka petik dari kebun apel miliknya sendiri, hingga ditengah menikmati segarnya buah apel, mereka tersadar bahwa ada seseorang dibalik nikmatnya apel ini. 😔
Akhirnya Ibu Riani memanggil Anton yang selama ini bersusah payah menjalankan amanah darinya.. ☺
Sambil berbincang-bincang, Bu Riani sangat bangga atas kerja keras yang dilakukan Anton terhadap kebun apel miliknya. ia merasa telah menemukan orang yang tepat untuk memiliki kebun apel miliknya ini. 💪

Hingga suatu ketika, ketika Ibu Riani mengetahui fakta tentang Anton, bahwasanya Anton adalah seorang pemuda yang berasal dari sebuah desa yang jauh di hilir sungai. 😨 Sebuah desa dimana Ibu Riani dan keluarga besarnya sangat membenci masyarakat dari desa tersebut. 😰😰😰
Hal ini membuat Ibu Riani dan keluarganya mengurungkan niatnya untuk memberikan kebun apel miliknya kepada Anton. 😈
Sang iparnya juga sangat membantah jika kebun mereka diserahkan kepada Anton.😈

Keesokan harinya, tanpa berfikir panjang, Ibu Riani dan keluarganya mengusir Anton dari kebun apel milik mereka.. 😢😢😢
Anton merasa kecewa akan keputusan yang diluar dugaannya tersebut. Tanpa memberikan alasan yang jelas, Anton diusir dan dilarang untuk kembali ke kebun apel tersebut. 😢
Dengan air mata yang berlinang, Anton kembali pulang ke rumah dengan membawa hari yang terluka.. 😢 💔
Seluruh hidupnya telah menjadi bagian dari kebun apel tersebut..

#Kok jadi serius gini ceritanya… #CurhatColongan 😅

Hari demi hari telah dilewatinya.. tak sehari pun Anton lewati tanpa duduk di tepian sungai..
Dari pagi hingga petang #dasar pengangguan 😅
Hingga suatu hari, ada buah apel yang hanyut di pinggir sungai 🍎.. Sontak saat itu Anton teringat akan kebun apel yang pernah ia rawat.. Rasa rindu yang teramat mendalam terhadap kebun apel tersebut membuat Anton memutuskan untuk kembali kekebun apel.. Kali ini ia menggunakan pesawat . . .🛫 namanya juga rindu.. mehong-mehong dikit ya gapapa hehe 🤣🤣🤣

Setibanya diperkebunan apel, betapa senangnya Anton melihat kebun apel yang pernah ia rawat masih dalam keadaan yang rindang dan subur ☺☺☺.. Namun Anton juga merasakan betapa menangisnya apel-apel tersebut tanpa dirinya. 😢
Betapa terkejutnya Bu Riani dan keluarganya melihat Anton yang masih memberanikan diri untuk datang ke kebun apel mereka.. 🤬
Tanpa mengingat kembali apa yang telah diperbuat Anton terhadap kebun apel miliknya, Ibu Riani tetap tak ingin kebun apelnya didatangi oleh Anton. Ibu Riani sebenarnya tidak benci dengan Anton, ia hanya benci kepada desa dimana Anton berasal. Ia gak ingin kebun apelnya suatu hari nanti mengalami kesialan. 😰😰😰

Sekarang kebun apel tersebut diberikan pagar yang tinggi agar Anton gak bisa masuk.. ⛔
Hal tersebut membuatnya sangat sedih..😢 terlebih lagi setelah Ibu Riani mengatakan bahwa ia akan sesegera mungkin mencarikan orang lain untuk merawat kebun apel miliknya.. 😭😭😭 💔
Hancur hati Anton berkeping-keping atas perlakuan Ibu Riani terhadapnya.. Anton hanya bisa pasrah dan yakin bahwa Allah telah mempersiapkan kebun-kebun yang lebih baik lagi.. 🤲🤲🤲😇

Demikianlah cerita singkat yang diangkat dari kisah nyata.. Saya gak tau, cerita ini bisa diambil hikmahnya atau tidak.. Karena gak Happy ending hehe . . . 🤣

yang penting…
Happy Blogging

Iklan