Travel Blogger? Why Not 💡

Menyadari bahwa hidup ini adalah sebuah perjalanan yang Saya sendiri pun tak tau kapan waktunya untuk berhenti melangkah. Hal ini membuat Saya berfikir, apakah bekal yang selama ini Saya kumpulkan sudah cukup, atau bahkan Saya belum mempersiapkan bekal sama sekali. 😢
Setelah peristiwa maut itu berlalu, Saya merasa udara yang Saya hirup saat ini adalah dispensasi yang diberikan oleh Malaikat Maut yang tak tega menarik roh nan kotor dari jasad yang sempurna ini. Seolah-olah Saya dan Malaikat Maut membuat suatu perjanjian khusus, bahwa sesegera mungkin mensucikan diri sebelum benar-benar dijemput pulang. 😇

Oke, cukup mukadimahnya 😂😂😂
Sebelum Malaikat maut “Calling me again“, 😆 Saya mau jalan-jalan mengunjungi banyak lokasi yang membuat Saya semakin mempertebal keimanan.😇 *Halah, bilang aja mau traveling… 🤭
Eitss . . . Jangan salah,😊 semakin banyak kita mengunjungi lokasi-lokasi tertentu, secara otomatis kita akan mengagungkan Kebesaran Tuhan.😇 Gak percaya? Coba aja . . .
Apalagi masih sendiri hehe,,,😁 jadi lebih bebas untuk berekspresi hihi.. Baper juga sih liat traveller lain menikmati perjalanan bersama pasangannya 😢. Tapi bodo amat,😜 Saya kan gak tau seberapa pusing dan ribetnya mereka mempersiapkan diri. hihihi 😂😂😂

Nah . . . untuk mengabadikan moment yang langka 📸, sekaligus mencatat hal-hal penting dari sebuah perjalanan 📝, Saya memutuskan untuk menyimpannya dalam sebuah blog. 😊 Untuk itu Saya membangun blog yang khusus membahas tentang lokasi-lokasi yang pernah Saya kunjungi selama masa tenggang yang diberikan oleh malaikat maut. 😅

Mengapa Saya harus menulis perjalanan Saya kedalam Blog?
Jawabannya, mengapa Tidak? 😎

Saya terispirasi oleh seorang penceramah yang juga seorang blogger. Ia berkata bahwa:

“Menulislah, supaya orang dimasa yang akan datang tau bahwa kau pernah hidup dimasa lalu”

dan perlu Sobat ketahui, mengapa kita tau bahwa ada manusia purba yang hidup ribuan bahkan jutaan tahun yang lalu? 🤔
Jawabannya adalah, karena mereka menulis. Jadi faktanya adalah, nenek moyang kita adalah seorang blogger.. 😎 Hanya saja mereka menggunakan platform yang sedang hits di zamannya, seperti dinding goa, daun kering, kulit hewan, batu dan platform lainnya. 😁 Semua itu mereka lakukan dengan “Self Hosting” lho 😊, karena pada waktu itu belum ada perusahaan penyedia batu, daun, ataupun kulit hewan yang nantinya bisa mereka gunakan untuk posting artikel. 😄

Jadi intinya adalah, gak ada ruginya kok kita menulis. dan menjadi Blogger adalah suatu kebanggaan tersendiri bagi kita 👍. Bayangin kalo gak ada blogger, Google itu bukan apa-apa tanpa blogger 😎#Thug Life

Happy Blogging

Iklan