Untukmu yang Ku Cintai

Malam ini terasa lebih dingin dan sunyi sepi yang kurasakan. Tak seperti malam-malam yang pernah ku lalui bersamamu. Jarak memang bukan penghalang yang berarti buat kita, meskipun kita berjauhan, namun ku merasakan kehadiranmu selalu ada didekatku. Begitupun dengan yang kau rasakan, kurasa. Kehangatan yang selalu kudapatkan ketika bersamamu, kini sudah tak ku temukan lagi. Ini semua adalah kesalahanku. Aku yang memulai semua ini, dan aku pula yang menghancurkannya.

Aku tau ini semua akan terjadi. Meskipun aku berusaha mempersiapkan diri untuk kehilanganmu, namun perih ini begitu membuatku tak berdaya. Setidaknya aku berusaha untuk tetap tegar dengan keegoisan ini. Aku tau kau akan terluka dengan keputusan ini. Setidaknya aku telah melakukan yang kurasa ini terbaik untukmu. Meskipun ini tidak masuk akal olehmu, tetapi yang kurasakan inilah yang terbaik. Hingga kau membaca tulisan ini, ku yakin kau masih tak sependapat dengan keputusan yang ku buat ini. Ya ya ya Aku memang egois, dan kau tau itu.

Dengan teganya aku membuatmu menangis. Melihat air matamu yang mengalir, membuat ku semakin hancur. Ku harap itu adalah moment terakhir ku melukai hatimu. Aku tak ingin terus-terusan membuatmu menangis, untuk itu aku ambil keputusan ini.
Ya ya ya… Aku tau sampai sekarangpun kau masih tidak setuju dengan keputusan ini.

Bukankah telah kusampaikan padamu semua kendala yang sedang dan yang akan aku hadapi. Semua beban ini membuat ku gila. Ditambah lagi keimananku yang tidak stabil. Membuat ku tidak bisa lagi membagi fikiran dan hati ini untukmu. Semua tak seperti dulu lagi.

Ya aku akui, aku memang egois. Aku juga tidak tau mengapa, jika bisa diedit, aku ingin Delete rasa egois dari folder hati ini, bila perlu ku format ulang agar semuanya bisa kembali default. Tapi ku tak bisa, rasa ego ini telah menyelimuti hati. Semua ini berawal dari kegilaan dan keputus asaan yang pernah dan sedang ku alami.

Kini, ku hanya bisa terdiam melihatmu dari kejauhan. Menatap diri yang memaksa hati ini membenarkan keputusanku yang lalu.
hanya Do’a di akhir sujud ku yang dapat ku sisipkan namamu. Semoga kau bahagia dan semoga hati ini tetap tegar.

 

Untukmu yang Ku Cintai
By. Batopie

Iklan